Cerita Pendek

Cerpen/FiksiMini : Cinta Yang Hilang.………

TING-TONG-TING-TONG…!!!” ia memencet bel depan rumah nya.
Hari yang sangat melelahkan..” getar bibirnya pelan. tak lama blackberry nya bergetar, tanda ada pemberitauan FaceBook bahwa ada inbox masuk, ia segera membuka FB. sontak ia langsung terkejut ketika membacanya inbox yang di kirim oleh rini :

sorry nu sebelumnya…
Mungkin kamu tidak di beritau soal pertunangan yang akan berlangsung esok hari oleh, nurul.
Dia sengaja tidak memberitaukan mu soal pertunangannya….
dengan seorang ustadz pilihan ibu nya…
nurul berpikir, suatu hari nanti engkau akan tahu sendiri…
aku harap engkau tidak terkejut setelah membaca inbox ku ini….
sebenarna aku di wasiatkan agar tidak memberitahu mu….
tapi aku tak tega melihatmu dalam kesedihan…
aku harap, engkau tidak memberitau nurul jika aku memberi tau mu tentang pertunangan dan pernikahannya, kata sepupunya

Ia tersungkur duduk di bawah pagar, tadinya ia hendak istirahat sejenak setelah lelah beraktifitas. Karena baginya waktu sangat bermanfaat dalam hidupnya, aktivitasnya cukup sibuk, pagi ia bekerja, sore hari ia kuliah.

Spontan ia kaget, ia bingung, ada apa yang terjadi dengan Nurul. Tanya batinnya. Nurul adalah pacarnya, cinta yang ia jalin hampir lima tahun itu, tiba tiba hancur berkeping keping, tak tahu apa penyebabnya. kenapa keputusannya mendadak untuk segera menikah dengan pria pilihan ibu nya.

Ia coba telpon, ternyata tidak aktif. Ia coba kembali, tetap masih nada yang sama.
Hatinya masih risau dan bingung, sekejap mata ia langsung menghubungi rini, sepupunya di jakarta. Jika jarak kota surabaya – jakarta bisa di tempuh beberapa menit menggunakan sepeda motor, mungkin ia akan segera menghampiri rumah nurul. tak lama ibnu menelopon rini, dengan kekecewaan dan tetesan airmata, ia bertanya pada rini tentang apa yang sebenarnya terjadi. “Ya Rabb… apa yang terjadi ya rabbi”. Rintih hatinya bingung.

Di telpon, ia berbicara dengan nada yang tinggi dan banyak pertanyaan, ia ingin tahu segera, gerangan apa yang terjadi dengan pacarnya. Baru beberapa bulan yang lalu ia merencanakan bersama keluarganya untuk melamar Nurul setelah kuliahnya selesai, hanya tinggal menunggu Tugas Akhir selesai saja, baru ia akan wisuda. dan langsung melamarnya. padahal tinggal hitungan bulan ia Wisuda.

ia pun masuk ke kamar, untuk menenangkan diri.

keesokan harinya ibnu menelpon Nurul, dan telponnya dapat di hubungi serta di angkatnya telpon tersebut oleh nurul.
Setelah di angkat telpon tersebut oleh Nurul, ia langsung bertanya kepada Nurul ada apa gerangan dirinya meninggalkan ibnu,
“Nurul.. maaf menggangu.. Kenapa dengan diri mu? … sapanya ramah”
“aku tidak kenapa-kenapa mas”
“tidak kenapa-kenapa bagaimana? .. nada nya agak tinggi”
“mas, maafkan nurul. nurul tidak bisa menjalin hubungan dengan mas lagi. hari ini nurul akan di lamar oleh seseorang yang menurut nurul dia adalah pilihan terbaik dari ibu”
“rul, bagaimana dengan komitmen yang pernah kita buat bersama? bagaimana dengan pertanggung jawaban ku atas apa yang pernah kita lakukan bersama? … sambil menangis”
“mas, mentaati orang tua khususnya ibu adalah kewajiban. nurul tau agama mas lebih tinggi, pastinya mas lebih paham dari nurul. untuk yang pernah kita lakukan? aku kan ceritakan kepadanya sesuai kenyataan tanpa membohongi nya, mas.. ia menegaskan dengan kalimat yang lantang”
“rul, apa kau tau hati ini sangat mencintai mu? mengagumi mu? dan semua aku laukan untuk mu demi masa depan kita?”
“aku tau mas, diri mu adalah pria yang baik, pria yang berkomitmen, pria yang selalu menyayangi ku, dan kau selalu mengutamakan ku. tapi mohon maaf mas. semua tidak bisa kita lanjutkan, lantaran hari ini aku akan di lamar seseorang ustadz pilihan ibu ku”
“baik rul, jika itu adalah keputusan mu. aku menghargai itu. tapi sebelumnya izinkan aku berterimakasih atas kenangan yang kau buat hampir lima tahun ini, terimakasih… ibnu menangis, dan telpon di tutup oleh nya”
ada kegelisahan dan kesedihan yang mendalam tergambar dari raut wajahnya, mukanya terlihat pucat. ia diam menunduk sesaat… matanya berkaca kaca dan menunduk diam sesaat. Ada kepedihan dalam batinnya, suasana ruangan itu menjadi hening, hati nya semakin bingung bercampur gelisah.  Tiba-tiba tangis Ibnu kembali meledak, air matanya mengalir deras. Hati nya pedih, langit seakan runtuh ia rasa. Matanya berkaca kaca, badannya kaku serasa lumpuh, bibirnya bertasbih, batinnya merintih dengan apa yang baru ia dengar sendiri dari mulut Nurul.

Suasana jadi mencekam, hati nya seakan ingin meledak, wajahnya menunduk, ada yang menetes dari matanya. Ia tidak kuat untuk menahan perasaannya cinta nya pada Nurul.

Pernikahan yang ia rencanakan gagal, wisuda yang ia tunggu tunggu sebagai awal puncak kesuksesan masa depannya, terasa tak bermanfaat lagi. Nurul adalah gadis cantik, shalihha dan luarbiasa, pujaan hatinya itu telah terbang dibawa seorang pria.

dikamar nya. Ia menangis sejadi – jadinya.. ia meratap kepada tuhannya, ia mohon diberi kekuatan dan ketabahan, ia larut dalam kesedihan, tiba tiba suara adzan dzuhur berkumandang ia dengar. Panggilan tuhan merasuk dalam batinnya.
Dengan berlinang air mata ia mencoba tegar menghadapi kuasa Allah itu. Ia wudhu’, ia bentangkan sejadahnya, ia bertakbir.
Usai sholat, ia munajat kepada rabbnya. Ia bertafakkur, ia roboh bersujud dihadapan takdir Allah. Ia utarakan kegundahan hatinya. Ia berharap diberikan cinta diatas cinta.

beberapa bulan telah berlalu, dengan hati yang tegar ia selesaikan kuliahnya. Kini ia akan meraih gelar Sarjana nya. Namun dari hari kehari bayangan Nurul masih saja hadir dalam benaknya. Tanpa pertemuan, dan tanpa penjelasan terakhir dari bibir Nurul. setelah hari yang pahit itu. Ia coba menata kembali masa depannya.

Di hari wisudanya itu. Sengaja ia di dampingi oleh ibu dan bapak. Senyum ibu itulah yang membuat ia cukup terhibur menghadapi hari yang ia tunggu tunggu dulu. Hari yang semula ia rencanakan untuk melamar Nurul. tapi keadaan berubah. Dengan bantuan Allahlah ia sanggup menghadapi semuanya.

selang beberapa minggu, ibu nurul telpon :

“nak Ibnu, selamat yah atas wisudanya, semoga ilmu yang didapat di tempat kuliah bermafaat di masyarakat, negara, dan dirimu”
“terimakasih, bunda…” bunda adalah ucapan yang biasa di gunakan oleh Ibnu untuk ibu nya nurul.
“nu, maaf kan ibu jika membuat mu kecewa, lantaran ibu yang menyuruh nurul untuk menikah oleh ustadz pilihan ibu, bukan maksud ibu tidak merestui hubungan kalian. tapi qodar Allah demikian… sambil terbata-bata”
“bunda, ibnu sudah ikhlas dengan semua ini, apa hati ibnu sakit, bun? iya jelas. apa ibnu ingin mati, bun? iya tentunya. apa semua akan kembali jika itu ibnu lakukan, bun? jawabnya dengan jelas dan lantang ‘TIDAK’, bun. bunda ku.. ibnu mohon maaf jika ada sikap ibnu, perkatan ibnu dan tingkah laku ibnu selama mengenal bunda, terdapat kesalahan, ibnu mohon maaf. dan semoga Allah memberikan kebaikan setelah peristiwa ini… ujarnya sambil menangis”
“iya, nak… sambil menangis ibu nya menjawab”

di akhirilah telpon itu dengan sisa-sia tetesan air mata…

Hatinya berdesir, jantungnya berdegup kencang.
Astaghfirullah… ia sudah di lamar orang dan sebentar lagi akan menikah,, aku haram memikirkannya. getar bibirnya menepis perasaannya..

bulan demi bulan ia lalui tanpa seorang kekasih tercinta yang selalu menemani nya dalam senang dan duka.

bulan desember pun tiba, pertengahan desember ia akan melangsungkan  pernikah dengan pria pilihannya. sedikit kesal dan sedih karna wanita yang ia temui di tempat bimbel, akan di persunting pria lain. segala pahit perjalanan, pernah ia lalui dengan tabah bersama nya, sehingga ia adalah wanita impian nya. bagi nya engkau adalah wanita idaman nya. tapi kini kau akan menjadi sebuah kenangan dalam hidup nya. pikirannya terbang kemana-mana sambil melamun.

Biarpun puas ia mencoba menanam kebencian pada nya, tapi tetap gagal. ia cukup baik bagi nya. Tidak ada kesalahan yang ia cari untuk membenci nya. Makin ia membenci nya makin keliru pemikiran nya.

pertengahan bulan desember ia di ijabkabulkan. Sukar untuk di terima peristiwa manis itu. Dalam luluh hati dan ketidakredaan terpaksa ia lafazkan ‘Selamat untuk mu sebagai pengantin baru’.
Jangan dikenang saat manis antara kita demi kebahagiaan rumah tanggamu kerana ia tahu diri mu adalah gadis baik.

Mungkin hati ini akan terobati. Mungkin sebulan, setahun, sepuluh tahun ia akan dapat melupakanmu. Dan yang nyata, tragedi Desember akan  di ingat sampai mati….🙂

END….

by : akbar halim (@penaberjalan)

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s