“sebuah monolog, tanpa monolog”

Fuck off

Alkisah tentang sebuah kehidupan di kayangan.

ketika mengambil sikap malah diremehkan di situ dia mulai muak. dia tidak pernah tau isi kepala manusia, terlebih dengan sikap seseorang atau lebih yang meremehkan dan seolah merekalah sumber dari segala sumber.

Ada masa di mana dia atau siapa pun jatuh di sebuah titik paling bawah ; tanpa semangat hidup. Di sana dia membutuhkan seseorang yang siap menampung kegelisahan.

Tapi,

Tadi malam adalah peristiwa yang tidak akan dia lupakan, senyum kecil remeh dan nada tawa menghina akan dia dengar. Barangkali mereka bersekongkol, melempar isu, dan menombak dia dari belakang.

Yang dia pahami, ia tidak akan lupa senyum dan tawa remeh yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan kebesaran hatinya.

Cukup di ingat saja bahwa kayangan ini akan selalu berputar dan kelak kesombongan mereka akan terbayar oleh mulut dan perilaku mereka sendiri.

Terlihat cukup baik tapi tidak sama sekali.

“sebuah monolog, tanpa monolog”

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s