Bagaimana peranan komunitas pada kafe dan kafe pada komunitas?

Setiap tulisan yang saya posting adalah pemikiran saya pribadi dan tidak terkontaminasi oleh opini orang lain.  Sedikit share, selepas malam puisi surabaya saya punya ide untuk menulis ini karena terinspirasi curhatan dari penggerak malam puisi bandung.
Menurut saya, kafe dan komunitas adalah dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Kenapa? Karena satu dan yang lain saling bergantung atau bahasa kerennya simbiosis mutualisme. Contoh dari simbiosis mutualisme adalah komunitas memberikan income pada kafe di event tertentu dengan mendatangkan jumlah pengunjung yang banyak. Secara logika keuntungan meningkat. Rupiah makin banyak.

Menurut saya, kafe yang baik memberikan fasilitas yang dimiliki untuk kebutuhan komunitas dan memberikan komplemen berupa free snack dan minum secukupnya, atau berapa % dari keuntungan malam itu (jika ada kesepakatan, jika tidak, ini tidak mutlak). Setidaknya, kafe menjamu sedikit untuk komunitas yang menyelenggaran acara pada saat-saat tertentu. Apalagi jika pengunjung yang hadir pada saat acara cukup banyak. Apa saja fasilitas kafe? Misalnya, venu, sound, mic, alat musik (jika punya), layar dan proyektor dll. 
Kesalahan kafe menurut saya :

– mengganti wadah yang seharusnya gelas kaca menjadi gelas plastik. Menurut saya, jika pemindahan itu sesuai takaran di gelas kaca tak jadi masalah. Jika tak sesuai ini yang membuat pengunjung jadi kecewa. Cari untung boleh, tapi utamakan kenyamanan konsumen. Kafe yang besar seharusnya punya banyak stok perlengkapan yang banyak pula. Tidak asal. Sederhanya adalah es teh dengan gelas kaca akan lebih menarik ketimbang es teh gelas plastik tapi harganya sama namun isinya tak sama. 

Kesalahan komunitas pada kafe adalah :

– jika acara bertiket makan perlu ada sharing profit untuk pihak kafe, ini tidak mutlak. Bagaimana negosiasi pembuat acara dengan kafe.

– komunitas tidak boleh memaksa pihak kafe secara berlebihan.

– komunitas tidak bertanggung jawab atas fasilitas yang diberikan pihak kafe pada penyelenggara acara.
Banyak kafe yang saya temui, mereka tidak mengandalkan komunitas untuk mencari bahan tambahan uang. Tapi membuat acara bersponsor. Karena dari segi konsep dan kebutuhan, konsumen pasti akan mengunjungi kafe tersebut dan selalu ramai walaupun tak ada acara. 
Seharusnya kafe dan komunitas harus saling peka, tidak berat sebelah. Komunikasi penting untuk menjaga rasa nyaman. 

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s