Sudah berapa kali di PHP sama gebetan?

Fenomena ini unik, terlebih banyak pemuda dan pemudi tertarik dengan lawan jenisnya hanya dari satu sisi, yaitu “jalanin aja dulu, persoal status mah bisa nyusl”.
Sedangkan satu di antara mereka menanti kepastian dari sebuah hubungan pendekatan.

Menurut hemat saya :

“Jika pendekatan itu dua arah, maka lanjutkan. Jika satu arah dan terkesan dipermainkan atau enggak serius, tinggalkan. Jika bertahan, bersiaplah meratapi nasib sebagai orang yang mengemis cinta tapi tidak mendapatkan kepastian. Pergi, cari yang lain. Move on, benahi diri. Jangan biarkan diri diperbudak oleh cinta yang tidak mencintai”.

Selain ke-pede-an, terkadang merasa akrab sedikit dibilang cocok dan jodoh, padahal belum tentu. Setiap orang memberikan rasa nyaman, tapi belum tentu bertahan lama.

Korban php ini berbahaya, berpotensi balas dendam. Bahkan bisa jadi melakukan hal yang serupa di suatu hari dengan orang yang berbeda.

Di era yang moderen ini, sumber informasi banyak, gunakan itu sebagai sarana survei, kalau bahasa gaulnya adalah kepo maksimal. Tapi jangan lebay, pastiin yang bener. Cek apa betul sang target betul-betul respect dan care atau enggak, jangan sampai menjadi pelampiasan atau selingkuhan. karna tergila-gila kemudian jadi buta segalanya, berakhir kecewa.
Mulai sekarang, cobalah jadi seseorang yang berhati-hati tapi natural.

Persoalannya adalah kenapa virus php begitu cepat menyebar dikalangan pemuda dan pemudi yang sedang kasmaran? Ya karna logika dan akal sehat dibutakan oleh nafsu, menurut saya.

Korban php berteberan dimana-mana, serupa debu tapi berbenih cinta.
Php singkatan untuk korban, untuk pelaku saya menyebutnya “master of nyepik”. Dua hal yang berbeda tapi sama-sama menyengsarakan diri sendiri.

Tidak hanya terkenal di dunia percintaan istilah ini. “Pemberi harapan palsu” di dunia kerja juga terkenal. Dari persoal penggajian karyawan, jabatan, jenjang karir, fasilitas, bonus, perjanjian kontrak, dll. Kompleks memang. Ya inilah hidup.

Untuk yang menjadi korban PHP, belajarlah dari peristiwa kemaren. Dan pelaku PHP, bertobatlah!

Surabaya, nulisnya pas lagi selow.🙂

2015/01/img_5278.jpg

4 thoughts on “Sudah berapa kali di PHP sama gebetan?

  1. mawi wijna berkata:

    Gimana kalau begini. Saya ingin memberikan kebahagiaan ke orang tersebut tanpa mengharapkan balas budi darinya?

    Kalau memang antara 2 pihak butuh kepastian status, baru bisa diperbincangkan secara lebih lanjut.

    • Akbar Halim berkata:

      #mawi : pertanyaan yang cerdas! Menurut saya memberikan dengan mempermainkan akan beda tipis jika kita tidak pandai menyesuaikan sikon. Anda tulus tanpa berharap, yang lain? Pasti berharap, karna ada interaksi nyaman. Dan di sini saya menekankan, jatuh cinta dengan cerdas itu perlu.

      Salam blogger! :))

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s