Jember tempatku lahir

Hae bidadariku!

Cucumu kini sudah sampai di surabaya dengan selamat.

Sepanjang perjalanan, aku melihat fotomu terus, nek.

Sesekali aku mengulang pertemuan kita beberapa hari lalu di perjalanan menuju surabaya.

Ah, ternyata aku bukan lelaki yang tahan untuk tidak meneteskan air mata.

Kini usiamu melebihi republik ini.

Dan nyatanya engkau masih tetap cantik.
Ini bukan klise, tapi pernyataan serius dari seorang cucu kepada neneknya.

Tak ada yang berubah dari dirimu, nek.
Engkau tetap humoris, perhatian dan selalu membuatakan makanan yang paling aku suka, meskipun dalam kondisi yang tidak selincah seperti dulu.

Malam sebelum aku pulang, sengaja aku mempersiapkan diri untuk memijat kakimu yang rapuh. Hingga engkau tertidur pulas. Bahagia kadang tidak bisa terdefinisikan.

Entah sungguh berdosanya aku yang kadang suka lupa oleh sosokmu.

Maafkan cucumu ini, nek.

Sesampai di surabaya, hujan cukup deras menghampiri.
Aku jadi ingat pisang goreng panas yang kau suguhkan padaku. Lagi-lagi dadaku sedikit sesak, ketika mengingatnya.

Semoga segala kebaikan semesta selalu mengiringi kebaikanmu, menabahkan hatimu.

Sesekali kau bercerita tentang perjalanan suamimu yang hebat.
Pun aku rindu dengan sosok kakek, tapi beliau sudah berada di surga. Cukup kita doakan bersama dan rindu pun akan sampai padanya. Semoga.

Terima kasih untuk segala nasehatmu.
Kecup kening dari cucumu!🙂

-perjalan setelah dari tempat kelahiran- 04/01/2015

2015/01/img_5247.jpg

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s