Degub Jantung Yang Beda

Kita adalah sepasang kekasih dalam degub jatung yang berbeda
Pelukku tak sehangat selimut yang kau kenakan, namun menentramkan
Jika ruang hatimu kosong, kita adalah sepasang sunyi dalam raga yang sama
Sesekali hening mulai membuat resah, lenyap membisik syahdu pulau kenangan, silam
Ijinkan aku mengecup keningmu, kekasih. aku ingin pergi jauh menuju ruas kesetiaan di hatimu
Kesetiaan ialah kebenaran tanpa meminta
Ratusan kata kubuat untuk menyampaikan rindu dalam tubuhmu, kita adalah sepasang kekasih yang membuat jejak dalam dada
Yang aku tau, dadamu lapang karna tabah, dan aku gemetar karna kasihmu
Tak sengaja aku pernah melihat malam di matamu, lebih pekat dari sebuah kekecewaan, sunyi dan gelap
Waktu seperti bambu runcing yang menancap di dada, perih seperti kehilangan
Airmata tertampung dalam sedih, dan sebuah sajak membuat harapan, bahagia
Rindu pernah menikam pikiranku, ia tak lebih tajam dari kenangan
Sengaja kusemai rindu dalam dadaku, agar kau lihat bagaimana perjuangan melawan jenuh oleh waktu
Menyaksikan malam dengan mata basah, sementara purnama melihat dengan tertawa
Kau tak pernah menziarahi luka dalam tubuh ini, meski dalam rindu
Aku mendoakanmu pada sebuah renung kebaikan
Pada gelisah yang membuat degub jantungmu tak nyaman. Aku menyelipkan doa dalam jejak namamu

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s