Opini saya tentang pengguna twitter

Twitter

“hallo tweeps….”

Sebagian pengguna media sosial, Twitter pasti tidak asing bagi pengguna internet.
Twitter adalah layanan jejaring sosial dan mikroblog daring yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan berbasis teks hingga 140 karakter, yang dikenal dengan sebutan kicauan (tweet). Twitter didirikan pada bulan Maret 2006 oleh Jack Dorsey, dan situs jejaring sosialnya diluncurkan pada bulan Juli. Sejak diluncurkan, Twitter telah menjadi salah satu dari sepuluh situs yang paling sering dikunjungi di Internet, dan dijuluki dengan “pesan singkat dari Internet.” Di Twitter, pengguna tak terdaftar hanya bisa membaca kicauan, sedangkan pengguna terdaftar bisa memosting kicauan melalui antarmuka situs web, pesan singkat (SMS), atau melalui berbagai aplikasi untuk perangkat seluler. (copas wikipedia, silahkan baca secara lengkap)

Ada persoalan penting mengenai twitter yang membuat saya agak bertanya-tanya. Kenapa “followback” harus diminta??? dan kalau tidak di followback di bilang sombong, agak aneh bagi saya.  Suka lucu aja gitu kenapa ada banyak orang yang masih punya pandangan “Kalau saya follow kamu di Twitter, kamu mesti follow saya ya!”. Duh, menurut saya sih kurang tepat aja. Karena urusan follow-unfollow itu kan hak si  yang punya akun.

Kalau saya pribadi, follow seseorang karna orang tersebut berkontribusi dalam kehidupan saya, gak semua sih tapi setidaknya banyak info yang saya dapat dari seseorang yang saya follow. Saya bukan selebtweet, saya ibaratkan follow dan unfollow adalah makanan, yang saya follow bearti baik untuk saya konsumsi. Yang belum saya follow, mungkin makanan tersebut butuh waktu hingga matang, dan bukan bearti saya tidak mau follow. Kadang juga, kalau saya sudah liat orang yang saya mau follow, baru saya followback. Yang bikin saya aneh adalah saya di follow, pas saya mau followback eh saya malah di unfollow. Dan alhasil, saya malah di bilang sombong dll. Saya gak marah kalau di unfollow, karena saya yakin setiap tweet yang saya buat sudah ada penikmatannya masing-masing. Dan saya tidak menerima alay di list following saya. Daripada saya follow, terus merasa terganggu sama tweet mereka, terus saya marah-marah di timeline, mending saya selektif dalam mem-follow.

Jadi, bagi siapa saja yang ingin follow seseorang tentuin siapa target yang mau kamu jadiin following, jangan jadi alay yang minta followback. Lagi pula masih ada BBM, SMS, WhatsApp, atau bahkan email. Sebagai alat komunikasi yang maksimal.

 

 

Salam,
Takzim

 

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s