Ibu di dalam hatiku

Ibu
Perempuan yang tabah dalam segala terpaan.
Aku lahir dari rahimmu.
Pada darahmu mengalir di tubuhku.
Kau adalah bidadari.
Ibu
Tanpamu aku adalah manusia biasa.
Aku tanpamu adalah bukan aku.
Ibu
Kau mengajari aku tentang cobaan dunia.
Tentang sepi yang terkadang menghampiri.
Ibu
Adakah dimensi yang tak akan pernah memisahakn kita?
Adakah kecupan mesra setelah aku berrumah tangga?
Ibu
Sesekali aku melihatmu termenung.
Menangis.
Ingin rasanya aku mengusap airmata yang kau teteskan.
Ibu
Kau melindungiku dari orang jahat.
Membekaliku dengan ilmu.
Ibu
Saat ini tubuhmu tak lagi kuat seperti dulu.
Tapi aku yakin akan tabahmu yang tak pernah berkurang.
Ibu
Apa yang kau harapkan dari aku?
Apa yang kau nantikan dari aku?
Ibu
Aku tulis sajak ini untuk menemani sepiku.
Untuk mengingat kebaikanmu.
Untuk membayangkan kasih sayangmu ketika aku balita.
Ibu
Kau ada dalam hatiku.
Kau adalah zamrud, harta nyata yang aku miliki.
Ibu
Aku ingat saat kau marah.
Saat itulah kau benar-benar menyayangiku.
Sesekali kita bercengkrama.
Membuat tawa.
Menceritakan tentang kesulitan hidup.
Ibu
Suaramu saat ini mulai datang bersama dengan batuk.
Matamu kosong mengandung makna.
Ibu
Aku merindukanmu.
Siapakah aku tanpa hadirmu.
Ibu
Kau tak lagi semuda dulu.
Dan aku mulai takut kehilanganmu.
Meski nyatanya hidup adalah perjalanan menuju kehidupan yang kekal.

Surabaya.
Sabtu, 21 desember 2013.
Pukul 03.15 pagi.

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s