Seumur hidup aku mencintaimu

saatku berlindung dalam kabut duka
burungpun segan tuk menghiburku
hanya kicau makhluk yang bising diskusi sekitar telinga.

: kunjungi dia

awanku mendung kini
petir bersuara tak nampakan cahaya
seperti dirimu yang meninggalkanku

tali menggantung di tiang kayu
lambaikan jemari mengajakku
sepertinya, bungaku gugur dalam dekapan.

lisanmu menitihkan hujan basuhi pipi
retinaku membengkak karena memory
detik,
menit,
jam
dan
hari iringiku dalam kegelisahan.
disini aku masih sangat merindukanmu.

satu lisan yang kupanjatkan pada Tuhan..

” jangan pernah kurangi rasa cinta ini terhadap kekasihku yang pergi, lindungi dia dalam dekap kasih sayangmu hingga kematian menjemputku ”

salam,
Takzim

Iklan

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s