Sesalku Untukmu

terkulai sudah purnama di langit,
merona merah dinding angkasa.

bintang meninggi melambaikan sunyi,
ekor meteor tak lagi berapi.

bumi selalu di hujani bukan air melainkan api..

jiwaku memang membara di saat aku ingin memilikinya.

tapi apa yang terjadi,
kau pergi tanpa mengabari.

sesal diriku menjadi busur lesatkan anak panah tak menancap.

kini tinggalah aku seorang diri menyesalimu menjauh pergi.

andai angin inginbersahabat,
akan kutitahkan untuk mencarimu.

jika dirimu kembali nanti.
aku kan permadani seluruh bumi.

untukmu melangkah menghampiri seorang lelaki yg pernah menyakiti.

ma’afkan aku sayang,
membiarkanmu melanglang dalam dinding angin.

di sini kukan menunggu hingga bumi menua,
hingga tubuhku membantu sebagai balasannya.

ku pijakan tubuhku di dermaga mengharap perahu tiba dari pelayarannya.

salam.
Takzim

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s