ketika puisi untuk cinta

berikan lagi, senyum indah dalam lamunan itu

sebagaimana si gila meracik arca di padang air

,

huehehehee…dimana..dimana…

huehehehee…kemana..kemana…

tunggu.!, ingat airmataku yang terjatuh

kau berlari tanpa menolehkan senyum

saat itu, aku tebunuh pada pikat acuhmu

aku diam, aku polos tanpa cinta itu

.

sekarang, lukisan yang dahulu pudar

kini merapat melingkari terjalnya aral

dan kau, mengertilah saat cinta ini tak bicara

kenapa.? lagi-lagi kau netra pada sebuah pengintai’an

hah…

kau, hidupkan aku lagi dalam boneka kayu

lagi, dan lagi…, seperti, itu…

aku, bosan..

aku, padam..

sudahi saja, kisah langkah kita

yang berarti darimu, tapi sakit untukku…

hari ini…

ketika, kalimat kumasak untuk didihnya amarahku, pada cintamu..malam_12102012_

Salam,
Takzim.

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s