Mengingat

Rindu; Senja pantai berkerudung ombak.

Mungkin kenangan yang sesungguhnya, sudah bepergian. Tak ada yg pamit. Seakan terlambat menghantarkannya. Tinggal persekutuan dengan rindu.

Mengenang kenangan ketika merindukan di malam sunyi. tinggal di hati.

Ketika rindu atas restu angan. Perpisahan seperti pergi ke kota lain yang jauh.

Terkadang kenangan setiap hari datang. Mengajari keikhlasan. Kenangan; mengantarku semakin mencintaimu.

Pada sebuah kenangan. Diberi dengan keterbatasan. Dan lebih dekat sebagai masa lalu dibanding masa depan.

Mungkin kenangan tiap hari lebih dekat dengan rindu. Mungkin.

Banyak kenangan yang dapat teringat. Ketika pertemuan beranjak seriusan dan lebur bersama patahnya hati.

Rindu yang selalu mengingatkan tentang pertemuan. Kini semakin sarat dengan kenangan, silam.

Rindu sudah mulai surut. Air mengalir menggenang sudah mulai hilang. Kenangan; banjir tanda tanya mulai menyerbu pikiran, perasan, hati.

Rindu mendekat dan menubruk dada. Menangis tersedu-sedu dalam ingatan pelukan.

Semua hal yang mengumbar hasrat sebelum waktunya itu: meneguk ludah sendiri. Mungkin.

Rindunya masih basah. Tapi sudah ngomong soal kepergian. Ah, sudahlah.

Merasa dekat. Bukan karna teringat-ingat masalalu yang begitu banyak. Akan tetapi oleh karena mengingat ia, satu-satunya.

Kepulangan membuat kesepian-lengang. Hangat namun kosong. Terbang, melayang ke masa-masa silam.

Berdiri di belakang dengan mata tetap menatap. Seperti mata pisau menghujam jantung. Pertemuan, setelah tanpa pertemuan.

Jantung berdetak, seperti ada dentuman meriam dari rongga peluru saluran kerongkongan.

Dirimu telah jauh, seperti daun yang jatuh terputus tangkainya dari tempat bertunas.

Aku ingin meneggak rindu melawan fisik yang makin digerogoti waktu.

Hanya ada kenangan sunyi dengan sedikit ratapan di kepalamu.

Sebagian dari mereka lebih suka hatinya kosong dan sepi. Iya, sebagian.

Sekarang, keramaian malam pindah ke kepala. Rindu pindah ke hati wadahku yang baru.

Walau terpisah raga dan jiwa. Cinta kan tetap setia dalam keabadian sejati.

Jumat, 2 Agustus 2013
Jakarta

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s