sebelum pukul delapan malam

selamat sore. sayang! apa kabar dengan hatimu?

aku merinduimu saat kita dulu bersama

dulu, di tempat itu. kita saling memeluk erat. hingga canda dan tawa terlepas bagai kebahagiaan.

bukan perkara mudah melupakan, sebuah kenangan. ah, sore selalu membuatku rindu padamu.

satu waktu aku di hadapanmu. sebagai petunjuk hidup. dan di antara kita sudah menemukan rindu.

bayanganmu abadi ketika senja; rindu datang secara tiba-tiba.

rindu mencacah jiwaku. jendela hati tertutup. senja tak sebening tatapanmu.

senja. kutatap wajahmu, kabut dingin membatin. dulu, ada kata yang manis. dulu, ada kisah yang tak habis. saat ini, bak gerimis tangis.

hanya pada senja. kita mempertemukan rasa. berbicara pada gurau angin. lalu, bercernin pada kegelapan. rindu menjadi antiklimaks.

seperti lagu, aku mengagumimu.

menatap perginya hati. sepertinya, cinta tergantung di langit biru. ada rindu bertitian padamu. senja, sunyi yang lembab.

rasanya, seperti cinta berlimpah darah. iris hatimu. suguhkan pada pelepah senja. membaca mantra. khusukan doa. mari berpisah.

Jakarta, 22 Juli 2013
ANR

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

Iklan

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s