Metafora Kekosongan

Seperti inilah, aku letakan ranjang dalam dadamu. Ku jadikan rongga-rongga sempit itu kamarcintaku. Suatu hari nanti, akan berjejal lagu-lagu dan tangisan. Rintihan kecil dan jeritan tiba-tiba, dan kau kirim aku ke tanah asing: dengan dentum dan suara angin dari nafasmu.

Seperti inilah, aku letakkan tempat sampah dalam otakmu. Ku jadikan gumpalan zat itu sudut tak berguna. Suatu hari nanti, akan berjejal entah apa. Telah sesak ruang sempit itu oleh rencana-rencana dan bencana.

Tadi, kita telah berkhianat dengan cinta. Kau ledakan aku dengan zakarmu. Kau letakan ulat-ulat di sana. Sampai saatnya nanti, siap memangkas daun hati mu.

Seperti inilah kita : merenda kemungkinan-kemungkinan. Suatu hari nanti, dalam otakmu, dalam dadamu, dalam perutmu. Ku tanami bangkai-bangkai ulat. Suatu hari nanti, akan ku panen kupu-kupu.

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s