Diri mu…

Sudah berapa periode malam terlewati.

keheningan selalu merasuk kedalam dada.

Entah, luka yang tertanam tak kunjung usai.

Rindu sudah berada pada titik jenuh.

Ingin memeluk diri mu.

Semua adalah salah ku yang terlalu mengabaikan cinta mu.

Bintang malam bagian dari sebuah kenangan.

Entahlah.

Salah kan, iya salahkan.

Biarkan aku sendiri memeluk malam.

Di antara batas rindu yang sia-sia.

Tiada lagi cinta ruang di hati mu?

Izin kan malam ini aku memeluk mu di setiap halusinasi ku.

-@penaberjalan-

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s