puisi 2

Menatap jam dinding.

Semua seakan berlari, sedangkan posisi mu selalu di hati.

Malam selalu mengiatkan ku pada senyuman manis mu.

Diri mu pergi dan semua menjadi sunyi.

Bagai ruangan kosong tak berpenghuni.

Tinggal sebuah kenangan yang tersisa di hati.

Sakit.

Tak berlebihan, namun cukup sakit.

Aku bermimpi bertemu seorang bidadari.

Yang terbang menghampiri, dengan membawa cinta suci.

Apa kah diri mu yang ku nanti?

Entahlah.

Jangan biarkan rindu berada di tempat yang asing.

Ajak ia masuk ke relung hati mu.

agar ia selalu setia pada mu.

Dengarkanlah.

Rindu ku selalu tertuju pada diri mu.

Sudah kau rasakan itu? Aku harap sudah.

Sejak diri mu memasuki kehidupan ku, ada yang berubah.

Terutama tata letak kerinduan.

Pernah kau tau itu? Aku harap pernah.

Mungkin.

Ada kala nya orang yang memutus kan, ia yang menyesali.

Iya ada.

Terkadang, aku ingin menggenggam rindu seperti menggenggam tangan mu.

Nyata.

Kenangan yang kita buat, mungkin tak kan pudar oleh waktu.

Mungkin.

Aku menyimpan rindu di tempat yang dalam, sangat dalam.

Hingga orang tak kan tau dimana rindu persis berada.

Disini, aku masih menyibukan tentang arti sebuah kehilangan.

Dan rindu yang bertepuk sebelah tangan.

Seandainya diri mu, ada dua orang di penjuru bumi.

Pasti akan ku cari.

Namun nyata nya diri mu hanya satu.

Seandainya.

Itulah rindu.

Ia utuh.

Menjadi satu.

Dan.

Biar angin malam yang menghapus segala kenangan.

Tentang kita.

Sekian ~

-@penaberjalan-

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s