Selamat Ulang Tahun Jendral.

selamat ulang tahun ayah….

Tak terasa waktu membuat umur mu menjadi 51 tahun. Bukan usia yang muda lagi tentunya. walaupun engkau tak muda lagi, semangatmu masih membara seperti anak muda..

Ayah,

Masih jelas kuingat, ketika kau masih ‘muda’ dulu, dengan senang hati kau antarkan, buah hatimu dengan motor butut, satu-satunya yang keluarga kita punya, menerjang hujan deras sore itu, demi membawa ku agar mengenal firman-firmanNya…

Ayah,

Di kepala ku masih teringat tentang memory masa kecil, bersama mu. setiap pagi saat aku berangkat sekolah, tak lupa aku pamit kepadamu dan aku melihatmu di sana meski sebentar hingga aku masuk kelas di ruangan yang penuh dengan kertas-kertas. Senyummu di setiap pagi seolah menjadi bumbu penyemangat bagiku, disaat semuanya terasa sulit, engkau selalu menenangkanku, sungguh hebat diri mu, ayah.. kau bahkan tak mengeluh ketika kami masih tak tahu apa-apa..

Ayah,

aku tau dirimu adalah pekerja keras. walau semangat kerjamu masih menyala seperti api, namun kekuatan usia tak bisa kau sembunyikan. engkau suka mengeluh tentang lututmu, kepada istri tercintamu tanpa sepengetahuan ku. yang terkadang terasakan sakit. tanpa sepengetahuan mu, ibu menceritakan itu pada ku.

Ayah,

Tersadar, jika gurat keriput di wajahmu tak lagi mengenal malu, aku hanya jarang memperhatikan. kau tak sama, ketika aku masih sekolah dasar dulu. hingga akhirnya aku tahu, jika usiamu sudah lebih dari setengah abad. dan aku tahu,
Cintamu padaku pasti lebih besar karna aku anak semata wayang.

Ayah,

Mungkin jumlah peluh yang kau keluarkan sampai detik ini, lebih banyak dari jumlah usiamu saat ini. Tapi, aku tau, sayang ayah padaku melebihi jumlah peluh itu kan? begitupun aku, sayangku seluas samudera pada mu, ayah.

Mungkin di setiap perayaan ulang tahun Ayah, tidak ada pesta yang begitu meriah dibanding ulang tahun ibu. Namun, bukan karena aku yang tak terlalu cinta kepada mu, melainkan dirimu yang kurang suka dengan perayaan pesta yang banyak menghambur-hamburkan uang.

Ayah,

Hari ini dirimu berulang tahun dan kami sekeluarga sangat bahagia karena sampai detik ini keluarga kami masih utuh : Ayah, ibu, dan saya. Aku sangat bersyukur dengan limpahan kasih sayang yang Allah anugerahkan untuk kami sekeluarga, semoga keluarga kecil ini akan tetap bahagia dunia dan akhirat. #amin

Ayah,

Begitu banyak untaian harapan dan doa yang aku dan sekeluarga panjatkan untuk Ayah. Diantaranya : “Semoga ayah selalu diberi panjang umur, kesehatan dan rezeki yang berlimpah sehingga keluarga kami dapat membantu hambamu yang sedang dalam kesulitan.” Amin..

Pagi ini, ayah sedang berkumpul bersama semua karyawannya di teras rumah. Sangat bangga aku bisa menjadi anaknya. Beliau sedang membicarakan pengalamannya selama hidup hingga saat ini. Pada dasarnya, sifat ayah yang paling berkesan adalah mengenai sifatnya yang “Pemaaf dan Sabar”. Perbincangan pun selsai, dan seluruh karyawan bekerja kembali.

Tak lama ayah memanggil ku kemudian ia bercerita dan menasehati, sambil menikmati kue buatan ibu. Ayah berkata : “nak, ayah telah banyak dikecewakan oleh karyawan ayah sendiri ketika merintis bisnis, padahal ayah selalu baik kepada seluruh rekan kerja ayah. Namun yaa Ayah tidak pernah marah dan selalu memberikan maaf kepada siapapun yang pernah berbuat salah pada ayah. Jadi kamu harus bersikap seperti ayah ya, nak? ‘SIAP JENDRAL’ “. Itulah sifat ayah yang mungkin saya harus belajar banyak dari beliau. 

Ayah,

Maafkan, putramu. yang hingga kini belum memberikan hal yang membanggakan, membahagiakan dalam hidupmu. Di setiap doa ku, aku berdoa : “semoga rumah yang indah di surga sedang ALLAH bangun untukmu. atas segala jerih payah, pengorbanan, kejujuran, kesetiaan, dan cinta, yang entah bagaimana caramu nyatakan pada kami.”

Sungguh, aku mencintaimu, Ayah.

Ayah,

Terima kasih untuk semuanya. Untuk punggung yang sering aku naiki saat bermain koboi-koboinan, untuk pundak yang kau sediakan untukku ketika menonton topeng monyet, untuk pedang-pedangan buatan tanganmu, untuk tips matematika dan cara menghafal, untuk dorongan semangatmu tiap aku akan ujian, untuk setiap langkah ku. Trimakasih untuk tetesan keringat, darah, dan air matamu hingga aku bisa seperti ini.

Ucapan terimakasih ku ucapkan kepada beliau, yang sampai saat ini mungkin aku belum bisa membalas semua jasa-jasanya.
Hanya bakti ku yang bisa aku lakukan untuk mu, ayah.

Ayah selalu menginginkan anaknya sukses melebihi dirinya. Semoga saja saya bisa tetap bertahan dengan apa yang saya pilih sekarang dan membahagiakan ayah kelak. Amin.

Ayah,

hari ini aku belajar banyak darimu. semua yang kau korbankan, yang seringtak kusadari, atau bahkan kusepelekan…

Ayah,
Selamat Ulang Tahun yang ke-51 yah…

Tertanda anak nakal mu, akbar halim🙂

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s