Meski Puisi ini Singkat, Tapi Tak Sesingkat Cinta Ku Pada mu… #eaaaaa

tanpa alas kaki, hujan menawan, terik menarik, apapun jadi, selalu berbagi, tak hitung untung rugi, ingin bertemu lagi.

  • Melawan arus jaman, tak akan kau tahan, walau dengan senapan, tak bisa kau hindarkan, suatu hari kau hanya kenangan.

Tirani, di atas perih dia menari, jerit itu tawa, hina adalah puja, duka seharum puspa, tutup mata telinga, bicara saja.

  • Semangatku telah berlalu, sesuatu buatku malu, kubutuh diriku yang dulu, kujemput diriku ke masa lalu, pacu, kini telah baru.

Kenyamanan ini telah hadirkan sejuta teror janji, tergantung sudah dan tak lagi berbagi, serakah yang pasti, menang sendiri

  • Kata, lari kencang tanpa henti, makna menyiksa perih, tak mau pergi, menhantui. Wahai penyair, jadikan aku tanpa makna.

Melantunkan irama sepi, tak perlu notasi, juga narasi, cukup ratapan dalam hati, melumatkan diri, perlahan pasti

  • Separuh sudah cukup, sedikit sudah lebih, sendawa harum, menghidupi, melingkupi, mengiring langkah penuh tanya tanpa ragu

kulawan arus, kuredam gundah, kububarkan sepi, tapi waktu tak sanggup kukalahkan

  • Jangan! Jangan tutup dulu peti itu! Aku masih ingin nikmati cantik pucatnya dan harum jasadnya
Iklan

Masbro dan Mbkbro Bisa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s